Kesehatan Ternak & Edukasi
Pentingnya Karantina Ternak Baru Sebelum Masuk Kandang
Karantina membantu peternak mengamati kondisi ternak baru dan mengurangi risiko penularan penyakit kepada kelompok yang sudah ada.
Oleh Admin Farmnesia•
Bagikan artikel ini
Bantu informasi ini menjangkau petani, peternak, dan komunitas lainnya.
Ternak yang baru dibeli tidak sebaiknya langsung dicampur dengan kelompok lama. Karantina memberi waktu bagi peternak untuk mengamati kondisi kesehatan, perilaku makan, feses, pernapasan, kulit, kuku, serta kemungkinan tanda penyakit.
Siapkan tempat terpisah yang mudah dibersihkan dan tidak menggunakan peralatan makan atau minum bersama. Alur kerja sebaiknya dimulai dari kandang ternak sehat, kemudian berakhir di area karantina. Bersihkan tangan, alas kaki, serta peralatan setelah menangani ternak baru.
Saat ternak tiba, catat asal, tanggal masuk, identitas, perkiraan umur, bobot awal, kondisi tubuh, dan dokumen yang menyertainya. Apabila tersedia, simpan juga riwayat vaksinasi atau pengobatan.
Pantau konsumsi pakan dan air setiap hari. Perubahan pakan dilakukan bertahap karena stres perjalanan dan pergantian ransum dapat memengaruhi kondisi ternak. Jika terlihat demam, tidak mau makan, diare, batuk, luka, atau perilaku tidak normal, hubungi tenaga kesehatan hewan.
Durasi dan tindakan selama karantina perlu disesuaikan dengan kondisi ternak, risiko penyakit di wilayah, serta arahan dokter hewan atau petugas berwenang. Catatan karantina yang lengkap membantu pemilik membuat keputusan sebelum ternak digabungkan dengan kelompok utama.
Temukan informasi bermanfaat lainnya
Jelajahi artikel edukasi dan berita pertanian serta peternakan dari Farmnesia.
Lihat semua artikel →